Jumat, 26 Desember 2014

MAKNA RUMAH ADAT TONGKONAN

wacananusantara.org | Makna Tongkonan (Rumah adat) di Tana TorajaTongkonan adalah rumah tradisional masyarakat Toraja. Terdiri dari tumpukan kayu yang dihiasi dengan ukiran berwarna merah, hitam, dan kuning. Kata “tongkonan” berasal dari bahasa Toraja yang berarti tongkon ”duduk”.
Selain rumah, Tongkonan merupakan pusat kehidupan sosial suku Toraja. Ritual yang berhubungan dengan rumah adat ini sangatlah penting dalam kehidupan spiritual suku Toraja. Oleh karena itu semua anggota keluarga diharuskan ikut serta karena melambangan hubungan mereka dengan leluhur mereka. Menurut cerita rakyat Toraja, Tongkonan pertama dibangun di surga dengan empat tiang. Ketika leluhur suku Toraja turun ke bumi, dia meniru rumah tersebut dan menggelar upacara yang besar.
Dalam kisah lainnya, diceritakan ketika seorang Pemangku Adat bernama Londong di Rura (Ayam jantan dari Rura) berupaya menyatukan kelompok dengan menyelenggarakan Upacara Adat besar. Upacara itu dinamai MA’BUAtanpa melalui musyawarah adat dan upacara memotong babi. Kemudian Tuhan menjatuhkan laknat dan kutukan sehingga tempat upacara terbakar dan menjadi danau yang dapat disaksikan sekarang antara perjalanan dari Toraja ke Makassar (KM 75). Kemudian bercerai-berailah komunitas tersebut ada yang ke selatan dan ke arah utara.
Sementara kelompok yang menuju ke utara sampai di sebuah tempat di kaki Gunung Kandora yang dinamakanTondok Puan. Mereka mendirikan rumah adat tempat pertemuan dengan nama Banua Puan; artinya rumah yang berdiri di tempat yang bernama Puan. Kemudian dinamakan Tongkonan yang artinya Balai Musyawarah. Bangunan itu merupakan Tongkonan pertama di Toraja dan komunitas pertama yang terbentuk bernama To Tangdilino;artinya pemilik bumi yang diambil dari nama Pemangku Adat pertama (Pimpinan Komunitas To Lembang).
Rumah adat ini merupakan rumah panggung dengan konstruksi rangka kayu. Bangunannya terdiri atas 3 bagian, yaitu ulu banua (atap rumah), kalle banua (badan rumah), dan sulluk banua (kaki rumah). Bentuknya persegi karena sebagai mikro kosmos rumah terikat pada 4 penjuru mata angin dengan 4 nilai ritual tertentu. Tongkonan harus menghadap ke utara agar kepala rumah berhimpit dengan kepala langit (ulunna langi’) sebagai sumber kebahagiaan.
Secara teknis pembangunan tongkonan adalah pekerjaan yang melelahkan, sehingga biasanya dilakukan dengan bantuan keluarga besar. Ada tiga jenis tongkonan. Tongkonan layuk adalah tempat kekuasaan tertinggi. Digunakan sebagai pusat “pemerintahan”. Tongkonan pekamberan adalah milik anggota keluarga yang memiliki wewenang tertentu dalam adat dan tradisi lokal. Sedangkan anggota keluarga biasa tinggal di tongkonan batu. Eksklusivitas kaum bangsawan atas tongkonan semakin berkurang seiring banyaknya rakyat biasa yang dapat pekerjaan menguntungkan di daerah lain di Indonesia. Setelah memperoleh cukup uang, orang biasa pun mampu membangun tongkonan yang besar.
Jadi tongkonan bagi masyarakat Toraja lebih dari sekadar rumah adat. Dan setiap tongkonan terdiri dari;Tongkonan (rumah) dan Alang (lumbung) yang dianggap pasangan suami-istri. Deretan Tongkonan dan Alang saling berhadapan. Tongkonan menghadap ke utara dan Alang ke selatan. Halaman memanjang antara Tongkonan danAlang disebut Uluba’bah.
Selain sebagai rumah adat, Suku Toraja mengenal 3 jenis Tongkonan menurut peran adatnya, walau bentuknya sama persis, yaitu: Tongkonan Layuk : sebagai pusat kekuasaan adat dan tempat membuat peraturan. Tongkonan Pekaindoran/Pekanberan : tempat untuk melaksanakan peraturan dan perintah adat. Tongkonan Batu A’riri: tempat pembinaan keluarga serumpun dengan pendiri Tongkonan.

Sumber Rujukan:
Blue Fame. 2012. Menelisik Kebudayaan Suku Toraja, Sulawesi Selatan. http://iniunic.blogspot.com/2012/12/menelisik-kebudayaan-suku-toraja.html#ixzz2HYxq05FI
Den Upa Rombelayuk. ___. Kelembagaan Masyarakat Adat Desa Di Tana Toraja – Sulawesi Selatan. Maklah. http://www2.jogjabelajar.org/modul/how/p/Pakaian_Daerah/18…
Info Kawula Muda. 2012. Kebudayaan Toraja, Asli Indonesia Unik dan Menarik.http://infokawulamuda.blogspot.com/2012/05/kebudayaan-toraja-asli-indonesia-unik.html
H. Umar R. Soeroer. 1998. Kepercayaan aluk todolo : kajian agama dalam dimensi sosial dan budaya lokal di Tana Toraja. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Agama.

sumber artikel & gambar: http://www.wacananusantara.org

1 komentar:

  1. Okay then...

    What I'm going to tell you might sound really weird, maybe even kind of "out there"....

    WHAT if you could simply click "Play" to listen to a short, "musical tone"...

    And INSTANTLY bring MORE MONEY into your LIFE???

    And I'm talking about thousands... even MILLIONS of DOLLARS!!!

    Sounds way too EASY??? Think this couldn't possibly be for REAL??

    Well then, Let me tell you the news..

    Many times the most magical miracles in life are also the EASIEST!!!

    In fact, I will PROVE it to you by allowing you to PLAY a REAL "miracle money tone" I've synthesized...

    You simply click "Play" and watch how money starts piling up around you. starting pretty much right away.

    CLICK here now to experience this magical "Miracle Money-Magnet Sound Frequency" - it's my gift to you!!!

    BalasHapus

silahkan berkomentar dengan kalimat yang sopan