Minggu, 09 November 2014

Asal Mula Penduduk Sulawesi

Setua apakah peradaban di Sulawesi? Tak banyak yang mengulas tentang kehidupan di pulau ini semenjak masa pra-sejarah, sementara perhatian terpusat pada kehidupan manusia purba di Jawa. Namun dari menelusuri jejak linguistik, pola kedatangan manusia dan persebarannya di Sulawesi (terutama Sulsel) bisa dipetakan.


Data radiokarbon yang diperoleh arkeolog pada peninggalan pra-sejarah di Maros menunjukkan bahwa manusia modern pertama mendiami wilayah Sulawesi Selatan pada 30.000 SM. Tak ada bukti yang lebih tua daripada penemuan di Maros, sehingga ilmuwan sementara berpendapat pada masa tersebut migrasi manusia masuk ke Sulawesi.

Sulawesi tak mengalami kehidupan manusia purba, sebagaimana penemuan fosil mengindikasikan Jawa sudah dihuni semenjak 1,5 juta tahun sebelum masehi. Sementara, kak ada bukti langsung yang menunjukkan peninggalan manusia purba di Sulawesi sehingga ini memperkuat teori bahwa manusia di Sulawesi datang dari migrasi kontinen lain.

Simulasi Peter Bellwood, Profesor Arkeologi asal Australia, dalam bukunya "Southeast Asia From Prehistory to History" (2004) menunjukkan bahwa kehidupan manusia modern di Sulawesi berasal dari masuknya para peladang berbahasa Austronesia. Asal muasal para "pendatang" tersebut, berdasarkan catatan radiokarbon di Maros, adalah dari pulau Kalimantan.

Bellwood memelajari simulasi migrasi ini berdasarkan perkembangan bahasa yang dibawa. Migran yang sampai ke Sulawesi, menurut Bellwood, membawa akar bahasa Melayu-Polinesia (Proto Malayo-Polynesian/PMP). Bahasa yang mereka bawa merupakan bentuk mula dari bahasa di Sulawesi Selatan.

Para pendatang ini awalnya membuat koloni di hilir sungai Sa'dan yang lantas berpindah ke bagian dalam, ke kawasan pengunungan, dan berkembang menjadi delapan kelompok yang terisolasi satu sama lain. Hal itu memengaruhi timbulnya delapan jenis bahasa di Sulawesi Selatan.

Bukti keterikatan ini antara lain adanya hubungan linguistik antar suku di Sulawesi. Misalnya antara bahasa Bugis dan Toraja saat ini, yang mengindikasikan hubungan lebih erat di masa lalu.

Salah satu kelompok yang paling berkembang secara geografis adalah kelompok Bugis. Kaum Bugis awal yang menghuni daerah kitaran danau Tempe dan Sidenreng mulai bermigrasi dan menempati wilayah-wilayah lain setelah mereka menemukan sumberdaya dan mineral yang bisa diperjualbelikan dengan bangsa lain, terutama Cina. Beberapa mulai meninggalkan daerah pegunungan dan menetap di wilayah pesisir.

Dari sinilah suku Bugis terus berkembang menjadi beberapa kelompok dan kerajaan yang menentukan sejarah modern Sulawesi Selatan.
sumber: http://www.helmantaofani.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan berkomentar dengan kalimat yang sopan